Forgot Password? | Register
    Navigasi Beranda arrow Web Link

Sang Raja Jin PDF Cetak E-mail

Cover: Sang Raja Jin Judul : Sang Raja Jin
Penulis : Irving Karchmar
Penerbit : Kayla Pustaka
Halaman : 296 hlm.

 Diskusi Buku Sang Raja Jin:

"Tiada Aku ciptakan jin dan manusia,
kecuali untuk menyembah kepada Aku..."

Penemuan artefak kuno yang digenggam oleh kerangka Nabi Sulaiman di sebuah gua, memicu seorang Syeh Sufi mengutus 7 muridnya mencari peninggalan terbesar zaman kuno: Cincin Nabi Sulaiman. Cincin itu dianugrahkan Allah kepada Sulaiman untuk mengendalikan bangsa jin. Mereka dipandu seorang faqir sakti yang menguasai ilmu Nabi Khidir.

Mengarungi lautan luas, diterjang badai pasir siluman dan terjebak ke dalam kota yang hilang, 7 murid Sufi itu akhirnya memasuki Dunia Halus: Negeri Jin. Mereka terlibat pertarungan antara Baalzeboul, Si Raja Jin, melawan Ifrit, pemimpin jin ingkar. Dan huru-hara pun dimulai...

Inilah perjalanan Cinta penuh misteri, yang akan mengantar Anda pada pesan-pesan rahasia yang sangat dekat dengan hidup Anda.

 

"Penuh dengan pesan rahasia dari Jalan Cinta..."
- SUFISM: An Inquiry Magazine

"Dari segi sastra, jauh lebih unggul ketimbang The Da Vinci Code."
- Inspire Magazine

"Sebuah mahakarya mistisisme!"
- Amazon.com




  Resensi (6)
Resensi RSS
 1 sang raja jin
Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 28-02-2008 06:48
masih penasaran pada isinya gimana ya?
 2 Silahkan download makalahnya
Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 29-02-2008 04:35
Kayla Pustaka menyelenggaakan diskusi buku ini, seru!!! 
Makalahnya bisa didownload di situs ini. 
Rekaman diskusinya juga ada di situs ini. 
 
Semoga bermanfaat. 
 
salam, 
 
Admin
 3 Tujuh Petualang Mistik di Alam Jin
Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 04-04-2008 08:38
Judul Buku : Sang Raja Jin; Menyingkap Rahasia Cincin Nabi Sulaiman 
Penulis : Irving Karchmar 
Penerbit : Kayla Pustaka 
Cetakan : Februari 2008 
Tebal : 295 Halaman 
 
Berbagi kisah dan kesan mendalam setelah memasuki mistisisme Islam selalu menarik untuk disimak. Tengoklah kisah petualangan Reshad Feild dalam The Last Barrier (Tabir Terakhir). Feild, seniman dan guru spiritual ini menceritakan "perjalanan rohani" berada di negeri para darwis dan bertemu dengan Syekh Hamid, seorang guru misterius yang mengajarkan "napas kehidupan". Beragam peristiwa dan pertemuan-pertemuan yang telah "digariskan" dijejaki Feild dalam menggapai ruang kesejatian. 
 
Ada pula kisah yang tak kalah menarik dari seorang keturunan Yahudi --anak korban Holocaust-- bernama Irving Karchmar. Karchmar adalah seorang penulis dan darwis dari Tarekat Sufi Nimatullah. Berbeda dengan Feild, Karhcmar tidak saja mengisahkan pengalaman dirinya. Ia menghadirkan keenam rekannya secara utuh dalam bukunya Master of The Jinn: A Sufi Novel. Novel ini telah diterjemahkan dan diedit dengan baik dalam bahasa Indonesia dengan judul Sang Raja Jin. 
 
Sang Raja Jin berkisah tentang tujuh petualang mistik yang dilatari sejarah tua peninggalan Nabi Sulaiman. Ketujuh petualang mistik ini menjadi "retakan" penting yang terus dirawat dalam benak Ishaq. Mereka adalah Ali, Rami, Rebeca, Kapten Simach, Profesor Freeman, Si Faqir, dan Ishaq. Dalam novel ini Ishaq adalah seorang juru tulis yang terus mendokumentasikan segala peristiwa yang terjadi. Ishaq tak lain adalah Karchmar itu sendiri. 
 
Latar kisah kenabian Sulaiman menjadi magnet yang misterius dan mengundang rasa penasaran. Kisah Raja Sulaiman memang menyisakan misteri berkepanjangan. Sampai saat ini harta karun peninggalan Nabi Sulaiman masih dipertanyakan keberadaannya. Raja penguasa angin, dunia binatang, jin, ilmu, dunia jin, ataupun kisah Ratu Sheba yang melingkupi adalah kisah yang melegenda. 
 
Konflik cerita bermula saat Kapten Simach menemukan silinder yang terbuat dari emas berisi gulungan papirus bertuliskan huruf alfabet Yahudi kuno. Temuan yang membuatnya gelisah ini memaksa Profesor Freeman turut terlibat. Freeman mencoba menyibak misteri ini lewat keahlian arkeologi purbanya. Namun, rasionalitas ilmuwan ini tak sanggup untuk menerjemahkan teka-teki ini, hingga menyeret ketujuh orang ini ke "jalan badai". Demikian sebutan Irving untuk menunjuk sebagai jalan nyata yang harus ditempuh dan penuh ujian. 
 
Sesungguhnya, petualangan berat yang menyeret ketujuh insan ini ke kota purba yang sejaman dengan Sulaiman sarat kejutan, ketegangan, dan hikmah yang dalam. Si Faqir, sang pemandu misterius, ternyata adalah Ornias, jin bertaring pencuri permata semasa Sulaiman. Jin yang nekat menyamar sebagai seorang manusia. Inilah kejutan Karchmar pada pembaca, sekaligus menyisakan pertanyaan: mungkinkah sosok jin bisa menjelma menjadi manusia dan memandunya menuju "jalan cinta". 
 
Kehadiran Syekh Haadi sebagai wali Qutb beserta ketujuh muridnya memberikan cahaya terang di dunia jin --Kota Jinnistan dan reruntuhan Tadmor. Dunia gelap penuh keputusasaan tempat Baalzeboul, Raja Jin berpangku tangan, muncul setitik harapan, yakni ajakan bertobat lewat "jalan cinta". Jalan ini bukan hanya milik manusia saja, namun semua mahluk-Nya, termasuk jin (hlm. 261). 
 
Barangkali bagi pembaca awam yang kurang memahami dunia tasawuf akan sedikit terbantu mengenali tradisi ini lewat deskripsi penulis; baik pada lembaran awal ataupun dalam glosari. Novel yang dimulai dari halaman sepuluh ini disisipi taburan puisi ataupun kutipan-kutipan bijak dari para sufi, filsuf, ataupun ayat-ayat suci. Dunia para darwis atau sufi bisa Anda tangkap dari latar penggambaran Karchmar. Lingkaran persaudaraan mistik kentara nampak pada lima lembar awal novel ini. Tanpa sebuah basa-basi panjang, Karchmar segera mengajak pembaca mengenali dunia para darwis. Novel ini memiliki prolog pendek dan mengundang rasa penasaran yang mendalam: misteri. 
 
Novel ini tak dikhususkan bagi pecinta sufisme. Pesan-pesan universal tentang "jalan cinta" adalah benang merah yang ingin sampaikan Irving kepada siapa pun. Novel sufistik ini menawarkan sejarah kenabian Sulaiman dan sastra yang dijahit dalam latar nuansa modern. Pendeknya ada tiga kata untuk menggambarkan novel ini, yakni fantasi, mistisisme, dan petualangan yang menegangkan. Pesan-pesan universal juga bisa menggugah kehidupan pembaca. Lepas dari semua itu, kabarnya novel ini berasal dari pengalaman pribadi Karchmar sebagai seorang darwis yang nyantri dalam tarekat sufi Nimatullahi. 
 
Sang Raja Jin mengingatkan pada kisah The Lord of The Rings karya J.R. R. Toelkien tentang cincin sakti yang diperebutkan. Cincin yang memiliki kekuatan dan dapat menguasai dunia dan umat manusia. Demikian pula pada cincin Nabi Sulaiman. Cincin putra Nabi Daud ini diyakini bisa menguasai dunia jin dan menggenggam dunia. Hanya kematianlah yang tak bisa dijamah cincin tersebut. 
 
Dua novel lainnya seperti Alchemist karya Paulo Coelho atau Celestine Prophecy juga mengingatkan saat menyimak Sang Raja Jin. Alchemist yang berlatar kisah mistik gurun dan The Celestine Prophecy tentang pencarian manuskrip kearifan mistik di Amerika Selatan. Ada pula yang menyandingkan novel ini dengan The Da Vinci Code, karena sarat teka-teki. Benarkah? (*) 
 
dimuat di Jawa Pos Minggu, 30 Mar 2008
 4 sang raja jin
Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 22-06-2008 21:05
sang raja jin
 5 Sang Raja Jin
Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 01-08-2008 00:28
“Hatiku telah mampu menerima segala macam bentuk. Hatiku adalah padang bagi rusa, biara bagi para rahib kuil bagi pemyembah berhala, Ka’abah bagi para penziarah, dan altar bagi Taurat dan Al-Qur’an. Kuikuti agama cinta; ke mana saja unta cinta membawaku, itulah agama dan imanku.” Tarjumanul Ashwaq (Penterjemah Kerinduan) – Ibnu Arabi. 
 
INI mungkin salah satu cerita berunsurkan sufi yang sukar untuk diperkatakan. Sesetengahnya akan mengatakan bahawa ini hanyalah sebuah dongeng rekaan yang lebih cenderung kepada fantasi semasa. Terima kasih kepada Baha dari PTS kerana meminjamkan untuk direviu. Naskhah ini begitu seronok untuk dihadami, hanya 2 hari sahaja aku menghabiskan hingga ke muka surat terakhirnya.  
 
Tajuk : Sang Raja Jin (Menyingkap Rahasia Cincin Nabi Sulaiman) 
Penulis : Irving Karchmar 
Bahasa : Melayu Indonesia 
Terjemahan : Tri Wibowo Bs 
Terbitan : Kayla Pustaka, Indonesia 
Halaman : 292 m/s 
 
Karya ini merupakan karya terjemahan dari bahasa Inggeris dan telah diterjemah kepada lapan bahasa serta mendapat sambutan yang menggalakan. Menceritakan seorang darwis yang bernama Ishaq menjalankan suruhannya Syekhul Mursyid dari aliran tarekat Ni’matullahi untuk membantu seorang pengkaji dari Universsiti Juruselem, bernama Prof. Solomon Freeman, bersama puterinya Rebbeca (yang akhirnya memeluk Islam dan mengikuti tarekat ini). Sepanjang pembacaan ini mudah sahaja aku tenggelam dalam penceritaannya yang aneh. Yalah, bertemu dengan cincin Nabi Allah Sulaiman yang dikatakan dianugerahkan Allah kepada baginda. Disamping dengan cop mohor kerajaan Nabi Sulaiman a.s. Aneh bagi aku sebab tak pernah pun bertemu dengan cerita penuh kisah Nabi Sulaiman a.s. Yang selalu diceritakan adalah tentang mukjizat Nabi Allah Sulaiman yang mampu memerintahkan jin dan memahami bahasa haiwan.  
 
Tidak dapat dipastikan apabila dikatakan bahawa Aaron Simach menemukan cincin tersebut pada jari rangka manusia di dalam sebuah gua (dikatakan di sini rangka Nabi Sulaiman – ada sesiapa tahu cerita penuh kisah Nabi Sulaiman hingga wafat? Kalau ada, sila maklumkan di sini). Aku terkedu juga apabila dikatakan bahawa Nabi Sulaiman jadi begitu kerana kermukaan Allah kepada baginda. Wuallahua’lam. Namun novel ini sangat mengujakan bagi aku. Ia meniti dari satu plot ke satu plot dengan cermat, cuma ada beberapa bahagian yang menyorot kembali (imbas kembali) yang jauh sangat. Meskipun dapat difahami keperluan imbas kembali ini, tapi bagiku ia tidak mengenakkan. Terganggu juga pembacaan aku.  
 
Tapi tidak mengapa, dari satu bab ke satu bab, ia cepat menangkap hati aku. Ditambah pula dengan ayat-ayat Qur’an, madah sufi menjadi pembuka setiap bab, ia sangat mengesankan. Begitu juga dengan beberapa muka surat yang memuja-muji keagungan Allah dengan ayat-ayat cinta, hampir sahaja aku menitiskan air mata dalam keharuan apabila mengenagkan kebesaran Allah dan betapa manusia ini sememangnya memerlukan Allah pada setiap saat dan ketika. Kita terlalu kecil di hadapan-Nya, lemah di sisi-Nya. Subhanallah.  
Ianya tidak berakhir di situ, terus sahaja ia menenggelamkan aku dalam penceritaannya apabila perjalanan mereka, Ishaq, Rami dan Ali - manakala tiga lagi adalah Profesor Solomon dan anaknya Rebbeca serta Aaron Simach mencari kota tersembunyi berpandukan kepada seorang faqir yang mempunyai banyak nama. Syekhnya menyebut sebagai Jasus Al-Qulub (mata-mata hati) dari Qandahar. Ya, sudah tentu semacam quest mereka untuk mencari kebenaran cop mohor dan cincin itu bertambah larut apabila sampai ke satu dunia (disebutkan sebagai istana ratu Sheba – disebutkan dalam Talmud) lalu berjumpa dengan raja jin yang bernama Baalzeboul. Lalu apakah yang terjadi? Sila dapatkannya di kedai-kedai atau nantikan terjemahannya oleh PTS.  
 
Sebenarnya bukan mudah juga untuk mencerakinkan pemikiran kita semasa membacanya, ibarat berjalan di atas titi yang halus, antara kebenaran fakta atau mitos, tapi aku yakin bahawa kajian berkenaan kitab-kitab lama seperti itu memang ada dan dilakukan oleh paa yahudi atau aties. Sebagaimana kajian mereka tentang manuskrip2 lama yang mepunyai tulisan2 hebrew purba atau yang seangkatan dengannya. Aku fikir perkara itu banyak disembunyikan atau mungkin tersimpan di khutub khanah yang tak tercapai oleh kita. Mungkin kalau ada sesiapa yang telah membacanya akan mendapat salah satu dari dua perkara ini; pertama melihat kebesaran, keindahan serta kekuasaan Allah untuk menjadikan sesuatu, keduanya, akan mengatakan bahawa ini adalah kisah mitos atau fantasi lama yang biasanya dijadikan sebagai bahan yang menarik untuk ditulis. Apa-apa hal pun kita menunggu bagaimana PTS samada mahu menterjemahkan atau tidak. Kalau tidak ada siapa yang sanggup, aku sanggup! Rugi kalau kisah sebegini tidak dapat dipersembahkan pada khalayak pembaca kita di sini. Aku tak cakap main-main, kalau mereka yang berminat kisah2 fantasi dan mistisisme sufi, pasti akan menyukai karya ini. Apa-apa hal pun kena baca sendiri baru mengerti apa yang aku cakapkan ini. Wuallahua’lam. 
 
-KL-
 6 sang raja jin
Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 28-11-2008 14:33
cincin

Tulis Resensi
  • Silakan untuk mengisi resensi yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua resensi yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan jika ternyata berhubungan dengan aktivitas spamming.
Nama:
E-mail
Judul:
Resensi:

Kode:* Code
Kirim ke email Saya