Forgot Password? | Register

6 PDF Cetak E-mail
Cinta selalu terbalut oleh napsu. Namun cinta akan selalu berusaha melepaskan dirinya dari napsu. Cinta mendaki ke arah kesucian jiwa, sedang napsu melekat pada pikiran yang terus menggoda ke bawah. Kadangkala cinta melemah dan terbakar oleh amukan napsu ketika indera menjadi tidak terjaga. Cinta sejati yang tanpa syarat hanyalah milik orang-orang yang telah jenuh dengan perjalananya. Kemudian ia mulai berpuas diri dengan apa yang dimilikinya. Ketika ia mulai birahi dengan dirinya sendiri, saat itulah ia baru siap untuk benar-benar mencintai.
Pada mulanya, sebelum ada apa-apa, ketika yang ada hanyalah Tuhan, tidak bisa tidak, Ia birahi pada diriNya sendiri. Ketika birahiNya pada diri sendiri terlewati, Ia pun mulai mencipta sesuatu dari pikirannya yang ilusif. Dan Ia mencintai kehidupan semesta yang keluar dari diriNya, seperti cintaNya kepada diriNya sendiri pula.


  Jadi Peresensi pertama?
Resensi RSS

Tulis Resensi
  • Silakan untuk mengisi resensi yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua resensi yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan jika ternyata berhubungan dengan aktivitas spamming.
Nama:
E-mail
Judul:
Resensi:

Kode:* Code
Kirim ke email Saya