Forgot Password? | Register

4 PDF Cetak E-mail
Dari manakah ada bermula? Ada bermula dari ketiadaan. Namun ketiadaan itu pun ada.  Jika ketiadaan itu tidak ada, maka ada tidak bisa dilahirkan. Jadi, ketiadaan itu harus ada,  harus ada di mana-mana, tanpa batas, agar ada bisa mengada. Dan Tuhan itu ada—Ia berasal dari Ketiadaan. 
Di mana letaknya jiwa? Di jantung, kepala, atau aliran darah? Antara satu bagian tubuh dengan bagian tubuh yang lain saling berkaitan. Semuanya bergerak dan mengalir dalam ketunggalan. Ia hadir pula dalam bebatuan, air, tetumbuhan, hewan, dan manusia. Para pencinta melihat wajahNya di mana-mana.

Dari mana asalnya hidup? Hidup berasal dari ketidakhidupan. Namun, ketidakhidupan itu pun harus hidup.  Bagaimana mungkin yang tak hidup bisa menciptakan kehidupan? Bisakah seorang ibu yang telah mati melahirkan anaknya? jadi, kehidupan adalah abadi. Hidup di sini, hidup di sana, sama saja. Hidup terus mengalir, tak pernah mengalami kematian, ketidakhidupan.

Di mana Tuhan berada? Jika asal segala sesuatu adalah Tuhan, maka tempat yang menampung Tuhan itu pun tidak eksis bila Tuhan tidak ada. Karenanya, Tuhan tak mempunyai tempat, namun segala tempat ada di dalam Tuhan. Sehingga segala tempat yang kita bayangkan adalah tempat Tuhan. Dari kesadaran inilah, lahirlah seorang nabi.

Dari mana asalnya wujud? Sesuatu yang berwujud berasal darti ketidakwujudan. Karenanya yang tidak wujud itu pun memiliki wujud. Wujud berasal dari pikiran yang mewujud.  Segala sesuatu mempunyai wujud. Kegaiban, atau apa pun namanya, jelas mempunyai wujud.




  Jadi Peresensi pertama?
Resensi RSS

Tulis Resensi
  • Silakan untuk mengisi resensi yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua resensi yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan jika ternyata berhubungan dengan aktivitas spamming.
Nama:
E-mail
Judul:
Resensi:

Kode:* Code
Kirim ke email Saya