Forgot Password? | Register

3 PDF Cetak E-mail
Terpujilah namamu wahai para Ibu, yang kesucian rahimmu tersembunyi. Karena kekuatan dan hasrat berkuasa laki-lakilah yang memurukkan daya ciptamu. Engkau berbunga, berbuah, beranak, melahirkan penguasa-penguasa yang seringkali malah menindas dirimu. Karena suatu waktu, angkara murka lebih berkuasa dari pada kasih sayang. Namun, kau tetap bersabar dan setia pada kebenaranmu. Ribuan dogma dicipta, dharma, citraan tentang sang Pencipta pun tak luput dari keperkasaan laki-laki. Jika Tuhan benar-benar lelaki (seperti dalam kepala laki-laki dungu) maka siapakah yang dapat mencintaiNya selain engkau, duhai para Ibu?
Tapi sejarah mencatatat, para nabi, para wali sepertinya dikuasai kaum berdzakar itu. Berapa ribu kekasih Tuhan dipenjara dalam rumah pingitan. Berapa ratus Maria dan nabi perempuan yang lain dikucilkan di hutan belantara? Dan Ratu Kalinyamat pun tak sampai waktu membawa puasa telanjangnya kemari.



  Jadi Peresensi pertama?
Resensi RSS

Tulis Resensi
  • Silakan untuk mengisi resensi yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua resensi yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan jika ternyata berhubungan dengan aktivitas spamming.
Nama:
E-mail
Judul:
Resensi:

Kode:* Code
Kirim ke email Saya