Forgot Password? | Register

1 PDF Cetak E-mail
Kodrat manusia selalu dipertemukan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang cinta. Namun ketika cinta menjadi ketertarikan pada lawan jenis, maknanya lalu digagahi napsu birahi yang cenderung menguasai, yang cenderung menarik kesimpulan-kesimpulan dini pada sesuatu yang seharusnya dialirkan dan diambangkan. Dan aku telah mengulangi kesalahan Adam saat ia terjatuh dari sorga kanak-kanak karena birahi, lantas berteriak: Rabbanaa dhalamnaa… (Duh Gusti, mengapa hamba bisa beronani?) Setiap orang akan selalu mengulangi kesalahan Adam ketika sampai pada mimpi basah pertama. Birahi, ya, birahi. Ada yang terlepas dari tubuh kita yang murni namun  tak mampu kita menariknya kembali. Dan yang terlepas itu kemudian menjadi anak-anak yang kita bekali dengan pikiran-pikiran mesum kita. Konon, setelah menciptakan Adam, Tuhan pun mandi besar, membasahi sekujur badan. Dan Ia pun malu melihat telanjangNya sendiri.

Malam merangkak naik, mengejar matahari yang akan mengusir kegelapannya. Sementara matahari tak pernah berlari.




  Jadi Peresensi pertama?
Resensi RSS

Tulis Resensi
  • Silakan untuk mengisi resensi yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua resensi yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan jika ternyata berhubungan dengan aktivitas spamming.
Nama:
E-mail
Judul:
Resensi:

Kode:* Code
Kirim ke email Saya