Forgot Password? | Register
    Navigasi Beranda

Runtuhnya Mitos Kebutahurufan Nabi Muhammad PDF Cetak E-mail
Indeks Artikel
Runtuhnya Mitos Kebutahurufan Nabi Muhammad
Halaman 2
Cover Judul : Nabi Muhammad Buta Huruf atau Genius?
Penulis : Syekh Al-Maqdisi
Penerbit : Nun Publisher
Halaman : 131 hlm.
Harga : Rp 20.000,-

Ajaran bahwa Rasulullah tidak mampu baca-tulis adalah sebuah kekeliruan tafsir sejarah yang konyol. Inilah buku kontroversial yang mematahkan mitos kebutahurufan Nabi Muhammad.

Kalau ada umat yang begitu bangga menerima kenyataan bahwa pemimpin atau nabi-nya sebagai sosok yang buta huruf, itulah umat Islam. Tak ada lain. Sejak kecil, ketika seorang anak muslim mulai mengenal baca-tulis, ajaran bahwa Nabi adalah sosok yang buta huruf selalu ditekankan.

Kebutahurufannya seakan menjadi kenyataan yang patut dibanggakan dan bisa membangun kepercayaan diri umat Islam!  Pertanyaannya, benarkah ajaran itu? Atas dasar apa Nabi dianggap sebagai sosok yang buta huruf? Apakah ia pernah menyatakan dirinya betul-betul tidak mampu membaca dan menulis sejak kecil hingga akhir hayatnya? Lalu, jika ada anggapan ia mampu membaca dan menulis, apakah itu akan mengurangi keabsahannya sebagai utusan Allah?  

Bagi Syekh Al-Maqdisi, jawabannya cukup jelas: Ada tafsir sejarah yang keliru terhadap kapasitas Rasulullah, khususnya dalam soal baca-tulis. Dan semua itu, bersumber dari kekeliruan kita dalam menerejamahkan kata “ummi” dalam Alquran maupun Hadis, yang oleh sebagian besar umat Islam diartikan “buta huruf”.

Menurut Al-Maqdisi, “ummi” memang bisa berarti “buta huruf”, tapi ketika menyangkut Nabi Muhammad, “ummi” di situ lebih berarti orang yang bukan dari golongan Yahudi dan Nasrani. Pada masa itu, kaum Yahudi dan Nasrani sering kali menyebut umat di luar dirinya sebagai orang-orang “ummi” atau “non-Yahudi dan non-Nasrani”.  Termasuk Rasulullah dan orang Arab lainnya.

Selain itu, kata “ummi” di situ juga bisa merujuk pada kata “umm” atau ibu kandung. Jadi, maknanya adalah “orang-orang yang seperti masih dikandung oleh rahim ibunya, sehingga belum tahu apa-apa”.

Dalam buku ini, Syekh Al-Maqdisi menunjukkan bukti-bukti otentik (hadis) yang menunjukkan fakta sebaliknya bahwa Rasulullah adalah sosok yang justru pintar membaca dan menulis. Antara lain, sebuah hadis yang diungkapkan Zaid bin Tsabit bahwa Nabi pernah bersabda: ”Jika kalian menulis kalimat Bismillahirrahmanirrahim, maka perjelaslah huruf sin di situ.”

Pikirkan, kalau untuk soal huruf saja ia memperhatikan, ibarat seorang editor naskah, mungkinkah Nabi seorang yang buta huruf? Buku Maqdisi ini, sekali lagi, mematahkan semua kekeliruan sejarah ini.  

Selama membaca!

 




  Resensi (13)
Resensi RSS
 11 I Love My Rasul
Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 23-07-2008 08:56
Saya kok nggak tertarik dengan topik ini. Apakah jika kemudian Rasulullah bisa membaca atau benar-benar tidak membaca jadi masalah buat saya? Tidak sama sekali. 
 
Saya tidak peduli pakah Rasul juga nggak punya HP, nggak bisa SMS, nggak bisa kirim e-mail. Saya nggak peduli Rasul nggak faham bahasa Belanda, nggak bisa nulis huruf kanji. 
 
Saya mencintai Rasul karena khlak mulainya yang begitu banyak, ajaran yang disampaikannya, juga kecintaannya kepada Allah. 
 
Dan buku ini kok kesannya syiah banget ya?
 12 Gak ada pengaruhnya
Ditulis oleh Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya , pd 23-10-2008 14:23
Rasul buta huruf atau tidak, kayaknya gak ada pengaruhnya.. 
 
Kalau misal ada kata2 dalam Al Quran yang mirip Bible,, hal itu sama sekali tidak menunjukkan kalau salah satu mencontek yang lain.. 
Tuhan yang menurunkan Taurat, Zabur, Injil dan Al Quran adalah Allah,, meski kitab2 terdahulu itu ayat2nya telah banyak yang ditukar atau diganti,, namun mungkin tidak semua.. 
 
Jika kata ummi memiliki banyak arti,, apakah orang2 selain di Indonesia, khususnya di Arab juga menganggap Rasulullah buta huruf?
 13 Nabi memang tdk bisa membaca & menulis..
Ditulis oleh faisol, pd 10-11-2008 05:15
biasanya, orang2 modern akan menggunakan bukti otentik u/ menentukan seseorang bisa menulis/tdk... 
 
contoh sederhana... bila kita pernah belajar menulis, maka dapat dipastikan akan ada yg pernah kita tulis, entah di kertas, dinding, batu, dll... 
 
bila memang Rasul saw. bisa menulis, apakah ada peninggalan (manuskrip, artefak, prasasti dll) yang merupakan hasil tulisan Rasul saw...? ternyata sampai detik ini, tdk ada yg bisa membuktikannya... itu menunjukkan bhw Rasul saw. memang ummi dalam pengertian tdk bisa membaca & menulis... ini juga u/ menjaga otentikasi Al-Qur'an bhw Al-Qur'an murni dr Allah, bukan karangan dr Rasul saw... tp, jg lupa bhw Rasul saw. fathanah... 
 
semoga Allah menyatukan & melembutkan hati semua umat Islam, amin... 
 
salam, 
achmad faisol 
http://achmadfaisol.blogspot.com

Tulis Resensi
  • Silakan untuk mengisi resensi yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua resensi yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan jika ternyata berhubungan dengan aktivitas spamming.
Nama:
E-mail
Judul:
Resensi:

Kode:* Code
Kirim ke email Saya



 

Polls

Dimanakah Anda membeli buku Nabi Muhammad Buta Huruf atau Genius?