Forgot Password? | Register
    Navigasi Beranda arrow Toko Online arrow Agama arrow Nabi Muhammad Buta Huruf atau Genius?

Info: Your browser does not accept cookies. If you want to put products into your cart and purchase them you need to enable cookies.

PDF
Agama arrow Nabi Muhammad Buta Huruf atau Genius?




Nabi Muhammad Buta Huruf atau Genius?

Price per Unit (piece): Rp. 20 000,00



Runtuhnya Mitos Kebutahurufan Nabi Muhammad 

Ajaran bahwa Rasulullah tidak mampu baca-tulis adalah sebuah kekeliruan tafsir sejarah yang konyol. Inilah buku kontroversial yang mematahkan mitos kebutahurufan Nabi Muhammad.

Kalau ada umat yang begitu bangga menerima kenyataan bahwa pemimpin atau nabi-nya sebagai sosok yang buta huruf, itulah umat Islam. Tak ada lain. Sejak kecil, ketika seorang anak muslim mulai mengenal baca-tulis, ajaran bahwa Nabi adalah sosok yang buta huruf selalu ditekankan.

Kebutahurufannya seakan menjadi kenyataan yang patut dibanggakan dan bisa membangun kepercayaan diri umat Islam!  Pertanyaannya, benarkah ajaran itu? Atas dasar apa Nabi dianggap sebagai sosok yang buta huruf? Apakah ia pernah menyatakan dirinya betul-betul tidak mampu membaca dan menulis sejak kecil hingga akhir hayatnya? Lalu, jika ada anggapan ia mampu membaca dan menulis, apakah itu akan mengurangi keabsahannya sebagai utusan Allah? 

Bagi Syekh Al-Maqdisi, jawabannya cukup jelas: Ada tafsir sejarah yang keliru terhadap kapasitas Rasulullah, khususnya dalam soal baca-tulis. Dan semua itu, bersumber dari kekeliruan kita dalam menerejamahkan kata “ummi” dalam Alquran maupun Hadis, yang oleh sebagian besar umat Islam diartikan “buta huruf”.

Menurut Al-Maqdisi, “ummi” memang bisa berarti “buta huruf”, tapi ketika menyangkut Nabi Muhammad, “ummi” di situ lebih berarti orang yang bukan dari golongan Yahudi dan Nasrani. Pada masa itu, kaum Yahudi dan Nasrani sering kali menyebut umat di luar dirinya sebagai orang-orang “ummi” atau “non-Yahudi dan non-Nasrani”.  Termasuk Rasulullah dan orang Arab lainnya.

Selain itu, kata “ummi” di situ juga bisa merujuk pada kata “umm” atau ibu kandung. Jadi, maknanya adalah “orang-orang yang seperti masih dikandung oleh rahim ibunya, sehingga belum tahu apa-apa”.

Dalam buku ini, Syekh Al-Maqdisi menunjukkan bukti-bukti otentik (hadis) yang menunjukkan fakta sebaliknya bahwa Rasulullah adalah sosok yang justru pintar membaca dan menulis. Antara lain, sebuah hadis yang diungkapkan Zaid bin Tsabit bahwa Nabi pernah bersabda: ”Jika kalian menulis kalimat Bismillahirrahmanirrahim, maka perjelaslah huruf sin di situ.”

Pikirkan, kalau untuk soal huruf saja ia memperhatikan, ibarat seorang editor naskah, mungkinkah Nabi seorang yang buta huruf? Buku Maqdisi ini, sekali lagi, mematahkan semua kekeliruan sejarah ini. 

Selama membaca!
Availability

In Stock: 150



 


Customer Reviews:

Sholikul Huda  (Tuesday, 17 July 2007)
Rating: 5
Buku ini bagus. Saya berharap ada ulasan lebih detail. Jika saja tema yang ada dalam buku ini dibahas lebih detail alangkah bagusnya.









Anda dapat melakukan order buku di atas secara on-line di situs ini.
Bisa juga order via telepon atau fax ke nomor: 021-7884 7301,
bisa juga melalui sms ke nomor: 021-7033 2620.

Pembayaran atas Order dapat dilakukan dengan mentransfer sejumlah harga buku + Ongkos kirim ke :

     Rekening BCA No. : 733-0182-096
     Atas nama              : M. Sholikul Huda

Kemudian mohon email bukti pembayaran Anda ke info@nunpublisher.com. Selain cara tersebut, bukti pembayaran juga bisa di faks ke nomor 021-7884 7301 atau SMS ke 021-7033 2620 jika Anda menggunakan Mobile Banking.


Sebelum ke toko buku, catatlah Judul Buku, Pengarang, Penerbit dan ISBN
buku ini, sehingga saat membelinya Anda dapat mencarinya dengan lebih mudah.